Pemkab Bone Perkuat Mitigasi Bencana melalui Penyusunan Kajian Risiko Bencana 2026

BERITA521 Dilihat

HumasBone – Pemerintah Kabupaten Bone terus memperkuat upaya mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Diskusi Publik dan Workshop Penyusunan Dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB) Tahun 2026 yang dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, S.P., M.M., di Hotel Helios Bone, Rabu (26/8/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bone tersebut menjadi bagian penting dalam upaya Pemerintah Kabupaten Bone membangun sistem penanggulangan bencana yang lebih terencana, terukur, dan berbasis data.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Bone menegaskan bahwa penyusunan KRB merupakan langkah strategis untuk memetakan potensi ancaman bencana, tingkat kerentanan masyarakat, serta kapasitas daerah dalam menghadapi berbagai risiko bencana.

Menurutnya, dokumen KRB tidak boleh hanya dipandang sebagai dokumen administratif, tetapi harus menjadi instrumen penting bagi Pemerintah Kabupaten Bone dalam menentukan arah kebijakan pembangunan yang aman, tangguh, dan berkelanjutan.

“Melalui kajian risiko bencana yang komprehensif, kita dapat mengetahui potensi ancaman dan kerentanan yang ada, sehingga langkah-langkah mitigasi dan penanggulangan bencana dapat dilakukan secara lebih tepat, terukur, dan terpadu,” ujar Wakil Bupati.

Wakil Bupati juga menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam penyusunan dokumen tersebut. Pemerintah daerah melalui perangkat daerah, akademisi, masyarakat, dunia usaha, serta unsur terkait lainnya diharapkan dapat memberikan kontribusi berdasarkan data dan kondisi faktual di lapangan.

Ia berharap hasil penyusunan KRB Tahun 2026 nantinya dapat menjadi salah satu dasar bagi Pemerintah Kabupaten Bone dalam memperkuat kebijakan pengurangan risiko bencana, meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan masyarakat, serta mengintegrasikan aspek kebencanaan dalam perencanaan pembangunan daerah.

“Pemerintah Kabupaten Bone berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas daerah dalam menghadapi bencana. Kita ingin membangun masyarakat yang tidak hanya tanggap ketika bencana terjadi, tetapi juga memiliki kesiapsiagaan dan kemampuan untuk mengurangi risiko sejak dini,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, Pemkab Bone berharap lahir dokumen Kajian Risiko Bencana yang berkualitas, komprehensif, dan berbasis data, sehingga dapat menjadi rujukan dalam penyusunan strategi penanggulangan bencana sekaligus mendukung terwujudnya pembangunan Kabupaten Bone yang lebih tangguh terhadap berbagai ancaman bencana.(wf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *