Matangkan Persiapan Gau’ Maraja Bone 2026, Digelar Rakor Strategis di BPK Sulsel

BERITA90 Dilihat

HumasBone – Persiapan menyongsong perhelatan budaya akbar “GAU’ MARAJA BONE 2026” terus dikebut. Guna menyamakan persepsi dan mematangkan konsep, panitia pelaksana mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan yang berlangsung di Aula Pertemuan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XIX Sulawesi Selatan, Jl. Sultan Alauddin, Makassar.

Rapat ini dihadiri langsung oleh jajaran inti panitia pelaksana dari Kabupaten Bone. Tampak hadir Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Bone, Andi Murni selaku Ketua Panitia Pelaksana, serta Staf Ahli Bupati Bone Bidang Politik, Hukum, dan Pemerintahan (Polkumtah), Barham Bachtiar, yang bertindak selaku Sekretaris Panitia.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Sulsel, para kurator event, perwakilan dari DPP PERWIRA (Persatuan Wija Arung), serta berbagai elemen pendukung acara lainnya.

Dalam pengantarnya, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Bone, Andi Murni selaku Ketua Umum Panitia menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kehadiran dan komitmen seluruh pihak. Beliau menekankan bahwa Gau’ Maraja bukan sekadar festival seremonial, melainkan panggung besar untuk melestarikan, merawat, dan memperkenalkan kekayaan peradaban serta nilai luhur kebudayaan Bugis Bone ke kancah yang lebih luas.

Rakor kali ini secara khusus membedah persiapan rangkaian event yang dijadwalkan bertolak pada September 2026 mendatang.

Guna memberikan atmosfer budaya yang mendalam, seluruh rangkaian acara rencananya akan dipusatkan di 6 (enam) situs dan tempat terkemuka di Kabupaten Bone, yaitu: Lapangan Merdeka; Museum La Pawawoi; Situs Tana Bangkala’e; Kawasan Lapas Tua; Bola Subbi’e; Mess Guru Tempo Dulu

Selain itu, sesi pemaparan juga diisi oleh perwakilan PERWIRA yang mempresentasikan rencana detail pelaksanaan Seminar Internasional sebagai salah satu pilar akademik dan literasi budaya dalam event ini.

Sementara itu, Juan Manyala dari Gelora Kultura memukau forum lewat paparan rancangan estetik venue, konten-konten pertunjukan yang akan digelar, serta metode kolaborator yang dinilai sangat ideal untuk diterapkan guna menghidupkan ruang-ruang publik tersebut.

Sebagai Sekretaris Panitia, Staf Ahli Bupati Bidang Polkumtah, Barham Bachtiar, memberikan atensi dan catatan kritis terkait manajemen pelaksanaan. Beliau menguraikan masukan terukur kepada masing-masing lini pendukung yang terlibat mengenai pentingnya menjaga profesionalisme kerja.

“Mengingat skala event ini yang cukup besar dan melibatkan banyak pihak, profesionalisme adalah harga mati. Setiap seksi, kurator, maupun kolaborator harus bekerja dengan indikator yang jelas, disiplin waktu, dan manajemen risiko yang matang agar seluruh ide estetik yang telah dirancang dapat dieksekusi dengan sempurna di lapangan,” tegas Barham.

Lebih lanjut, Barham juga menyampaikan pesan dan petunjuk langsung dari Bupati Bone terkait pelaksanaan Gau’ Maraja Bone 2026. Berdasarkan arahan pimpinan, event ini harus mampu menjadi jembatan yang menghubungkan nilai historis dengan dampak nyata bagi daerah.

“Petunjuk dari Bapak Bupati sangat jelas; beliau menginginkan agar Gau’ Maraja ini tidak hanya sukses secara dokumentasi atau pencitraan visual semata, tetapi wajib memiliki multiplier effect (efek berganda). Event ini harus mampu menggerakkan ekonomi kerakyatan, melibatkan komunitas lokal secara aktif, dan memperkuat identitas budaya generasi muda Bone. Atas dasar petunjuk itulah, kita semua yang ada di forum ini harus totalitas,” pungkasnya.

Rakor kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi teknis guna menyelaraskan konsep tata panggung, logistik, serta linimasa kerja menuju hari H di bulan September mendatang.(wf-bms)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *