Dorong Ekonomi Lokal, Pemkab Bone Optimalkan Etalase IKM di Hotel Helios

BERITA916 Dilihat

HumasBone – Pemerintah Kabupaten Bone terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan Industri Kecil Menengah (IKM) melalui penguatan promosi dan akses pasar. Hal ini ditandai dengan pelaksanaan monitoring dan evaluasi (monev) progres promosi serta penjualan produk Paguyuban IKM yang dipasarkan melalui loby etalase Hotel Helios Watampone, Rabu (29/4/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian Kabupaten Bone ini merupakan bagian dari sinergi strategis bersama PT Askrindo Cabang Bone dan manajemen Hotel Helios Watampone. Monev berlangsung di Resto dan Cafe Helios dengan melibatkan General Manager Hotel Helios, Pimpinan Cabang PT Askrindo, serta jajaran Dinas Perindustrian Kabupaten Bone.

Kepala Dinas Perindustrian Kabupaten Bone H. A. promal Pawi menyampaikan kolaborasi lintas sektor ini menjadi langkah nyata dalam memperluas akses pemasaran bagi produk IKM lokal. Pemanfaatan area loby hotel sebagai etalase dinilai efektif karena mampu menjangkau konsumen yang lebih luas, termasuk tamu dari luar daerah.

Sementara itu, pihak PT Askrindo menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan IKM melalui pendampingan serta penguatan akses pembiayaan. Dukungan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas pelaku usaha sehingga produk yang dihasilkan semakin berdaya saing.

General Manager Hotel Helios Watampone turut mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepada pihaknya sebagai mitra promosi. Kehadiran etalase produk IKM di area loby hotel tidak hanya memberikan ruang promosi bagi pelaku usaha lokal, tetapi juga menambah nilai estetika dan daya tarik bagi pengunjung hotel.

Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi, menunjukkan adanya peningkatan minat konsumen terhadap produk IKM yang dipasarkan. Namun demikian, masih diperlukan penguatan pada aspek kemasan, branding, serta strategi pemasaran agar produk semakin kompetitif.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Bone berharap kolaborasi yang terbangun dapat terus berlanjut sebagai model pengembangan ekonomi daerah berbasis IKM, sekaligus memperkuat eksistensi produk lokal Bone di pasar regional hingga nasional.(wf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *