oleh

Pertemuan Penyusunan Rencana Kerja Konvergensi Pencegahan Stunting Di Kabupaten Bone

-STUNTING-188 views

Pertemuan Penyusunan Rencana Kegiatan Aksi Konvergensi Pencegahan Stunting Tingkat Kabupaten Bone di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Bone, Kamis 29 April 2021.

Kegiatan dibuka Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bone drg. Yusuf dengan narasumber Kepala Bapelitbangda Provinsi Sulsel Dr. Andy, M.Si.

Di tengah-tengah masa pandemi Covid-19 sekarang ini tentu akan menjadi tantangan tersendiri bagi kita semua untuk melakukan upaya penanganan permasalahan Stunting, bahkan oleh para ahli gizi Indonesia diperkirakan akan terjadi peningkatan prevalensi Balita Stunting selama masa Pandemi Covid-19 ini.

Sebagaimana telah diketahui bersama bahwa Stunting adalah keadaan gagal tumbuh yang disebabkan oleh karena kurangnya asupan zat gizi , kurangya penerapan pola hidup bersih serta disertai dengan masih rendahnya kualitas kesehatan lingkungan masyarakat.

Penanganan Stunting di Kabupaten Bone telah dilaksanakan sejak tahun 2019 sampai saat ini, berbagai aksi lintas program dan lintas sektor menunjukkan adanya trend penurunan prevalensi balita stunting.

Hal itu ditunjukkan oleh data hasil survey yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan selama 3 (tiga) tahun terakhir dimana pada Tahun 2018 Prevalensi Balita stunting dari 40,1% menurun menjadi 33,0% pada Tahun 2020, akan tetapi masih jauh dari target Nasional yakni 14% yang diharapkan dapat dicapai pada Tahun 2024.

Adapun faktor determinan yang menyebabkan tingginya kejadian stunting di Kabupaten Bone antara lain : Masih rendahnya status kesehatan ibu hamil dan balita, banyaknya anggota keluarga yang merokok, masih adanya perilaku buang air besar sembarangan, masih rendahnya kesadaran tentang pengolahan sampah rumah tangga, dan lain sebagainya yang masih jauh dari perilaku ideal untuk dapat hidup bersih dan sehat , yang tetap masih menjadi tantangan bagi semua pihak untuk menanganinya.

Diharapkan kiranya dengan pelaksanaan 8 Aksi Konvergensi Pencegahan Stunting dapat menjadi pedoman bersama Lintas Sektor terkait untuk dapat memberikan 5 (Lima) layanan dasar secara maksimal kepada sasaran 1000 Hari Pertama Kehidupan, sehingga pada Pertemuan hari ini akan dilakukan Penyusunan Rencana Kegiatan OPD terkait untuk menindak lanjuti hasil finalisasi analisis situasi penentuan lokus Desa/Kelurahan yang akan diintervensi pada tahun 2020 sebanyak 40 Desa/Kelurahan.

Kegiatan ini dihadiri Kepala Bapelitbangda Provinsi Sulsel Dr. Andy, M.Si., Kepala Bappeda Bone, Kepala Kementerian Agama Bone, Kabag Kesra Setda Bone, dan Organisasi Perangkat Daerah terkait.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *