oleh

Dinkes Bone Bahas Finalisasi Situasi Stunting Kabupaten Bone

Dinas Kesehatan Kabupaten Bone menggelar pertemuan Analisis Situasi Stunting Tingkat Kabupaten Bone di Hotel Helios Watampone, Kamis 18 Maret 2021.

Pertemuan tersebut dibuka secara resmi Kadis Kesehatan Kabupaten Bone dr.Hj.Nurminah A.Yusuf, M.A.R.S. dengan narasumber dari INEY Ditjen Bina Banda Kemendagri RI Bpk. Lukman Hakim

Kegiatan dihadiri unsur OPD, Kementerian Agama Kabupaten Bone, Tim Penggerak PKK Kabupaten Bone serta Forum Bone Sehat.

Kadis Kesehatan Kabupaten Bone menuturkan, pertemuan Analisis Situasi Stunting ini bertujuan untuk membantu pemerintah kabupaten/kota dalam menentukan program dan kegiatan yang diprioritaskan alokasinya.

Selain itu, untuk menentukan upaya perbaikan manajemen layanan untuk meningkatkan akses rumah tangga 1000 hari pertama kehidupan terhadap intervensi gizi spesifik maupun sensitif.

Penurunan angka stunting ini bukan berarti membuat kita puas dan bangga tetapi kita harus selalu berusaha untuk bagaimana dinas-dinas terkait bekerja sama mencegah stunting untuk mencapai generasi yang sehat dan berkualitas.

“Melalui pendekatan-pendekatan intervensi pemerintah terkait stunting perlu diupayakan setiap saat, karena membangun SDM yang sehat dan berkualitas butuh penanganan yang serius” jelas Kadis Kesehatan dr.Hj.Nurminah A.Yusuf, M.A.R.S.

Di tengah masa pandemi covid 19 sekarang ini tentu akan menjadi menjadi tantangan tersendiri bagi kita semua untuk melakukan penanganan permasalahan Stunting khususnya di kabupaten Bone.

Penanganan Stunting di kabupaten Bone telah dilaksanakan sejak tahun 2019 sampai saat ini berbagai aksi lintas program dan lintas sektor menunjukkan adanya trend penurunan prevalensi balita Stunting yg ditunjukkan oleh hasil survey yg dilakukan oleh Kementerian Kesehatan

Selama 3 ( tiga ) tahun terakhir di mana pada Tahun 2018 prevalensi balita Stunting dari 40.1% menurun menjadi 33.0% pada tahun 2020.

Akan tetapi masih jauh dari target Nasional yakni 14 % yang diharapkan dapat dicapai pada Tahun 2024

Diharapkan kiranya dengan pelaksanaan 8 Aksi Konvergensi Pencegahan Stunting dapat menjadi pedoman bersama Lintas Sektor terkait untuk dapat memberikan 5 (lima) layanan dasar secara maksimal kepada sasaran 1000 Hari Pertama Kehidupan.

Sehingga pada pertemuan hari ini dilakukan finalisasi analisa situasi yang akan menentukan lokus Desa/Kelurahan yang akan di intervensi pada Tahun 2022 yang akan datang.

Tahun 2021 ini pemerintah kabupaten Bone menetapkan zona prioritas penanganan stunting di 50 desa/kelurahan yang tersebar di 10 kecamatan, yaitu: Kahu, Libureng, Mare, Sibulue, Bengo, Ulaweng, Awangpone, Ajangale, Dua Boccoe, dan Tanete Riattang.

Penetapan lokus tersebut berdasarkan hasil pertemuan terkait Analisis dan Pemetaan Lokus Stunting Kabupaten Bone Tahun 2021 beberapa hari lalu.

Dalam pertemuan ini dilakukan Penandatanganan Berita Acara Hasil Pertemuan Terkait Pemetaan dan Analisis Situasi Stunting oleh Unsur Organisasi Perangkat Daerah dan Stakeholder lainnya.

Penandatanganan Berita Acara Hasil Pertemuan Terkait Pemetaan dan Analisis Situasi Stunting oleh Unsur OPD.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *