Mengenal Car Free Day (Hari Bebas Kendaraan)

163

Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau dalam bahasa Inggris disebut sebagai Car Free Day bertujuan untuk mensosialisasikan kepada masyarakat untuk menurunkan ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan bermotor. Kegiatan ini biasanya didorong oleh aktivis yang bergerak dalam bidang lingkungan dan transportasi.

Tema penting dalam hari bebas kendaraan bermotor, adalah tinggalkan kendaraan bermotor di rumah dan berjalan kakilah atau gunakan kendaraan tidak bermotor atau pun menggunakan kendaraan umum untuk perjalanan panjang.

Car Free Day (CFD) atau yang dikenal Hari Bebas Kendaraan kini hadir hampir di setiap kota atau kabupaten. Masyarakat umumnya memanfaatkan kegiatan yang berlangsung setiap akhir pekan ini, untuk berolahraga sekaligus rekreasi.

Namun, seiring waktu dan bertambahnya jumlah masyarakat pengguna kegiatan ini, banyak pihak yang memanfaatkan kegiatan ini untuk berkampanye. Mulai dari kampanye sosial hingga politik.

Oleh karena itu, Car Free Day (CFD) merupakan sebuah gerakan untuk menurunkan ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan bermotor. Gerakan ini dimulai dari kesadaran penduduk dunia mengenai bahaya pemanasan global danpentingnya pengurangan emisi bahan bakar di dunia.

Pada hari pelaksanaan Car Free Day, ada beberapa bagian ruas jalan kendaraan bermotor yang ditutup dandigunakan untuk pejalan kaki dan pengendara tidak bermotor (non-motorizedtransportation).

Di Indonesia, Car Free Day umumnya digunakan sebagai ruang untuk berolahraga bagi masyarakat perkotaan. Kegiatan seperti senam, berlari, berjalan maupun bersepeda banyak ditemukan di Car Free Day.
Penutupan jalan sebagai dampak dari pemberlakuan Car Free Day memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk berolahraga di jalan-jalan yang biasa dilewati kendaraan pribadi.

Namun saat ini kegiatan Car Free Day mengalami penambahan fungsi. Dari yang awalnya hanya untuk kegiatan olahraga, kini bertambah menjadi ajang kegiatan selain olahraga.

Car Free Day telah menjadi suatu kegiatan dengan New Trend Activism yang cenderung pada suatu ajang hiburan bagi masyarakat kota dalam menikmati hiburan dan berbelanja. Beberapa kegiatan seperti pertunjukan kesenian, panggung hiburan, permainan anak-anak, dan kegiatan festival jalanan lainnya.

Kegiatan sosialisasi seperti promosi, kampanye dan sosialisasi sebuah produk atau kegiatan juga banyak ditemui. Selain itu banyak juga ditemui pedagang kaki lima yang berjualan makanan dan minuman, pakaian maupun barang lainnya di lokasi Car Free Day.

Di Indonesia, Car Free Day pertama kali dilaksanakan diSurabaya pada tahun 2000, kemudian disusul di Jakarta pada tahun 2008. Kemudian kegiatan ini berkembang dan mulai menjamur ke kota-kota besar di seluruh Indonesia termasuk kota Watampone Kabupaten Bone.