BerAmal Fest 2026 Ditutup, Bupati Bone Janjikan Panggung Malam Tahun Baru bagi Finalis

BERITA5507 Dilihat

HUMASBONE – Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., menghadiri malam penutupan dan penyerahan hadiah Festival Lagu Dangdut dan Bugis BerAmal Fest 2026 di Lapangan Sepak Bola Makkawaru Parigi, Kecamatan Lappariaja, Sabtu malam, 10 Oktober 2026.

Festival yang mengusung tema “Raih Prestasi dan Beri Manfaat” tersebut berlangsung selama sepekan dengan total hadiah Rp50 juta dari Bupati Bone. Kegiatan ini menjadi ruang bagi para penyanyi lokal untuk menunjukkan kemampuan, mengembangkan bakat, sekaligus melestarikan seni musik dangdut dan lagu Bugis.

Turut mendampingi Bupati Bone, Wakil Bupati Bone Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, S.P., M.M., Ketua Asosiasi Pekerja Seni Musik dan Lagu (ASIKMULU) Saifullah Latif, Kepala BKAD A. Tenriawaru, Kepala Dinas Kesehatan Muh. Yusuf Tolo, Direktur RS Pancaitana H. Rostang, Direktur PDAM Bachtiar Sairing, Kepala Dinas Pertanian Nurdin, Kasatpol PP A. Baharuddin, Kepala Dinas PU H. Askar, Kepala Dinas PSDA Kasdar, S.T., M.Si., serta Kepala Dinas Kebudayaan A. Murni.

Dalam sambutannya, Bupati Bone menyampaikan apresiasi kepada ASIKMULU dan seluruh panitia yang telah menyukseskan festival tersebut. Ia mengucapkan selamat kepada para finalis dan mengingatkan bahwa seluruh peserta yang telah tampil merupakan pemenang karena berani menunjukkan kemampuan di atas panggung. Bagi peserta yang meraih juara, Bupati berpesan agar menjadikan prestasi sebagai motivasi untuk terus belajar dan tetap rendah hati.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan talenta lokal, Bupati mengumumkan rencana mengundang para finalis untuk tampil pada acara hiburan malam pergantian tahun dengan bayaran setara artis ibu kota. Ia berharap BerAmal Fest dapat melahirkan penyanyi berbakat yang mampu tampil dan menghibur masyarakat dalam berbagai agenda besar di Kabupaten Bone.

Bupati menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bone berkomitmen mendukung ruang ekspresi kreatif serta pengembangan seni dan budaya. Menurutnya, keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya diukur dari kemajuan infrastruktur, ekonomi, dan kesehatan, tetapi juga dari tumbuhnya seni budaya dan terjaganya kearifan lokal yang religius serta bermartabat. Ia berharap festival ini terus berkembang, mempererat kebersamaan, dan memberi manfaat bagi masyarakat, termasuk menggerakkan perekonomian lokal.(wf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *