Pemkab Bone Perkuat Optimasi Lahan, 19.533 Hektare Jadi Sasaran Program

BERITA430 Dilihat

HumasBone – Pemerintah Kabupaten Bone mendapat dukungan Kementerian Pertanian Republik Indonesia sebesar Rp89,8 miliar untuk pelaksanaan program Optimasi Lahan (Oplah) pertanian di Kabupaten Bone. Program tersebut mencakup lahan seluas 19.533 hektare dengan melibatkan 801 kelompok tani, khususnya pada lahan sawah tadah hujan dan lahan yang membutuhkan dukungan irigasi.

Dukungan tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi dan Konsolidasi Pelaksanaan Teknis Kegiatan Optimasi Lahan Wilayah Kabupaten Bone Tahun Anggaran 2026 yang dihadiri Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., di Ballroom Hotel Novena Watampone, Jumat (2/10/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan Balai Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian (BPLIP) Kelas I Makassar bersama Pemerintah Kabupaten Bone tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan pelaksanaan program berjalan tepat sasaran. Hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forkopimda Bone, perwakilan Kejaksaan Negeri Bone, Dandim 1407/Bone, Wakapolres Bone serta Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Bone.

Bupati Bone menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian. Menurutnya, bantuan optimasi lahan tidak boleh hanya berhenti pada pembangunan atau perbaikan sarana irigasi, tetapi harus memberikan dampak terhadap peningkatan produksi dan pendapatan petani.

“Yang kita bantu irigasinya, airnya dibantu, tetapi jangan sampai tidak meningkat pendapatannya, hingga kesejahteraan petani,” tegas Andi Asman.

Bupati berharap program tersebut mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ekonomi keluarga petani. Menurutnya, peningkatan pendapatan petani akan memberikan dampak yang lebih luas, termasuk membantu pemenuhan kebutuhan keluarga dan pendidikan anak-anak petani.

Sementara itu, Kepala BPLIP Kelas I Makassar Dr. Ir. Rustan Massinai, M.P., Ph.D., mengingatkan seluruh kelompok tani penerima manfaat agar menggunakan bantuan sesuai peruntukan dan ketentuan yang berlaku. Pelaksanaan kegiatan diperkirakan berlangsung selama sekitar dua bulan dan ditargetkan selesai paling lambat 30 November 2026.

Pemerintah Kabupaten Bone bersama pihak terkait akan terus melakukan koordinasi dan pengawasan terhadap pelaksanaan program tersebut. Dukungan pemerintah pusat diharapkan dapat mengoptimalkan lahan pertanian, memperkuat ketersediaan air dan irigasi, meningkatkan produktivitas, serta pada akhirnya memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan petani di Kabupaten Bone.(wf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *