Wabup Bone Buka Festival Budaya Maritim Lampu’ Toae, Angkat Budaya Pesisir dan Pelestarian Lingkungan

BERITA307 Dilihat

HumasBone – Wakil Bupati Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, S.P., M.M., membuka secara resmi Festival Budaya Maritim Lampu’ Toae Zona ke-6 Gau Maraja Bone 2026 yang diselenggarakan Pemerhati Seni dan Budaya Bone Sangdara Periode 2025–2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Lampu’ Toae, Desa Angkue, Kecamatan Kajuara, Kabupaten Bone.

Festival Budaya Maritim Lampu’ Toae menjadi ruang untuk mengangkat, merawat, sekaligus memperkenalkan kekayaan seni dan budaya masyarakat pesisir Kabupaten Bone. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian Gau Maraja Bone 2026 yang mendorong pelestarian budaya lokal agar tetap hidup dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang.

Dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati Bone turut menyerahkan secara simbolis bibit mangrove sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan pesisir. Selain itu, kegiatan dirangkaikan dengan pembentangan Bendera Merah Putih sepanjang 100 meter sebagai simbol semangat kebangsaan, persatuan, serta kepedulian bersama dalam menjaga budaya dan lingkungan. Bentangan tersebut menjadi salah satu daya tarik dalam rangkaian Festival Budaya Maritim Lampu’ Toae.

Wakil Bupati Bone menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan yang memadukan unsur budaya, kemaritiman, lingkungan dan semangat kebangsaan. Menurutnya, budaya merupakan identitas daerah yang harus terus dijaga, sementara kelestarian wilayah pesisir juga memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat. “Budaya dan lingkungan adalah bagian penting dari kehidupan masyarakat. Karena itu, kegiatan seperti ini perlu terus kita dukung agar nilai-nilai budaya tetap hidup sekaligus kepedulian terhadap lingkungan semakin tumbuh di tengah masyarakat,” ujar Andi Akmal.

Ia juga mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengambil peran dalam menjaga warisan budaya dan kelestarian lingkungan. Menurutnya, budaya Bone tidak boleh berhenti sebagai cerita masa lalu, tetapi harus terus dikembangkan dan menjadi kebanggaan generasi penerus. “Generasi muda harus menjadi bagian dari pelestarian budaya. Jangan sampai budaya kita hanya menjadi cerita masa lalu, tetapi harus terus hidup, berkembang dan menjadi kebanggaan masyarakat Bone,” tambahnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sulawesi Selatan, Tripika Kecamatan Kajuara, para lurah dan kepala desa, kepala sekolah se-Kecamatan Kajuara, serta sejumlah tamu undangan lainnya. Pemerintah Kabupaten Bone berharap Festival Budaya Maritim Lampu’ Toae dapat memperkuat kecintaan masyarakat terhadap budaya lokal sekaligus meningkatkan kesadaran dalam menjaga ekosistem pesisir melalui kolaborasi pemerintah, pemerhati budaya, masyarakat, dunia pendidikan dan generasi muda.(wf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *