HumasBone — Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., membuka Pameran Agraris dan Festival Seni Budaya Agraris Bone 2026 di Museum Lapawawoi, Jalan M.H. Thamrin, Sabtu (26/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Gau Maraja Bone 2026 yang mengangkat kekayaan budaya sekaligus potensi agraris Kabupaten Bone.
Dalam sambutannya, Bupati berharap kegiatan pelestarian budaya seperti Gau Maraja dapat dilaksanakan secara berkelanjutan, bahkan diusulkan menjadi agenda Kementerian Kebudayaan RI. Menurutnya, penguatan ekonomi daerah harus berjalan seimbang dengan pelestarian seni dan budaya agar pembangunan tidak hanya menghasilkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjaga identitas daerah.
Bupati menyampaikan, sektor pertanian memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian Kabupaten Bone. Berdasarkan data yang dipaparkan, ekonomi Bone pada 2025 tumbuh 6,3 persen dan meningkat pada triwulan I 2026 menjadi 7,84 persen. Ia menegaskan pertumbuhan tersebut perlu berjalan bersama dengan stabilitas harga, peningkatan produksi pangan serta penguatan sektor pertanian, peternakan, perkebunan, perdagangan dan UMKM.
Pameran agraris, lanjut Bupati, bukan sekadar menampilkan alat dan teknologi pertanian, tetapi menjadi ruang untuk melihat kembali perjalanan masyarakat Bone dalam membangun kehidupan melalui pertanian. Berbagai sarana produksi dan teknologi pertanian yang dipamerkan menggambarkan perkembangan dari masa lalu hingga masa kini, sekaligus memperlihatkan hubungan antara manusia, tanah, air, benih, teknologi dan budaya. Di sisi lain, pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan secara bertahap untuk mendukung mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Bupati mengajak generasi muda untuk mengambil peran dalam menjaga budaya sekaligus mendorong kemajuan daerah. Ia mengingatkan pentingnya menjauhi narkotika dan berbagai aktivitas negatif serta mengembangkan potensi melalui seni, budaya, pendidikan dan kegiatan produktif. “Saya melihat hubungan yang sangat kuat antara pameran agraris, kebudayaan dan pembangunan. Kita sedang berbicara tentang masa lalu, tetapi sebenarnya kita sedang mempersiapkan masa depan,” pungkasnya.(wf)









