Peringatan Maulid Nabi di Ulaweng, Wabup Bone Ajak Masyarakat Teladani Rasulullah

BERITA182 Dilihat

HumasBone – Wakil Bupati Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, S.P., M.M., didampingi Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bone, Hj. Maya Damayanti, menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah/2026 Masehi di kediaman Ir. H. A. Aldi Burhanuddin, Desa Manurunge, Kecamatan Ulaweng, Kamis (27/8/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Bone, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Ulaweng, para kepala desa se-Kecamatan Ulaweng, serta masyarakat dan jamaah yang hadir dalam peringatan Maulid Nabi.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Bone mengajak seluruh jamaah menjadikan peringatan Maulid Nabi sebagai momentum untuk bermuhasabah dan mengevaluasi sejauh mana ajaran serta keteladanan Rasulullah SAW telah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Sejauh mana ajaran Rasulullah telah hadir dalam sikap dan perilaku kita. Apakah kita telah menjaga lisan, menghormati sesama, membantu yang membutuhkan, serta menjaga persaudaraan di tengah berbagai perbedaan,” ujar Wakil Bupati.

Wakil Bupati menekankan bahwa nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW memiliki relevansi dalam kehidupan bermasyarakat dan pembangunan daerah. Menurutnya, semangat persaudaraan, kepedulian, saling menghormati, dan menjaga persatuan merupakan nilai penting yang perlu terus dipelihara.

Ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan nilai-nilai tersebut sebagai bagian dari semangat bersama dalam membangun Kabupaten Bone, memperkuat ukhuwah, menjaga persatuan, serta membangun budaya saling menghormati di tengah masyarakat.

“Semoga peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu memperkuat keimanan dan mendorong kita untuk meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari,” harapnya.

Pemerintah Kabupaten Bone terus mendorong penguatan kehidupan keagamaan dan nilai-nilai kebersamaan sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia dan terciptanya masyarakat yang harmonis, religius, serta saling menghargai.(wf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *