Pemkab Bone Lakukan Monitoring Pelatihan Kompetensi Guna Mendorong SDM dan PAD

BERITA94 Dilihat

HumasBone – Pemerintah Kabupaten Bone melalui Dinas Tenaga Kerja melaksanakan kunjungan monitoring ke LPKS Magfira yang tengah menyelenggarakan pelatihan berbasis kompetensi melalui program tailor made training. Kunjungn ini dilaksanakan pada Selasa hingga Rabu, 7–8 April 2026. LPK Magfira sendiri melaksanakan program pelatihan dari Kementerian Ketenagakerjaan melalui Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Pangkep. Dalam program tersebut, terdapat dua paket pelatihan yang diberikan, yakni kejuruan barista (peracikan minuman kopi) serta kejuruan tata kecantikan (merias wajah).

Kunjungan tersebut dipimpin oleh Sekretaris Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bone A. Agung Prawira Negara, S. Sos., M. Si. didampingi Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja Armin Hasri, S.Sos., M.Si., Kepala Bidang Pembinaan dan Kompetensi Tenaga Kerja Ir. A. Hendra Setiawan, S.Pt., M.Si. Dan disambut oleh Pembina LPK Magfira Ibu Wiwik Rasyid, Monitoring ini bertujuan memastikan pelaksanaan pelatihan berjalan optimal dan sesuai standar yang ditetapkan.

Kehadiran tim dari Dinas Tenaga Kerja diharapkan dapat memberikan dukungan serta memastikan kualitas pelatihan guna meningkatkan kompetensi tenaga kerja di Kabupaten Bone. Serta mendorong tumbuhnya pelaku UMKM baru di Kabupaten Bone. Dengan meningkatnya keterampilan masyarakat, khususnya di bidang barista dan tata kecantikan, akan lahir pelaku usaha baru seperti kedai kopi, jasa rias, dan usaha kreatif lainnya. Usaha-usaha ini kemudian berkontribusi terhadap PAD melalui berbagai sumber, seperti pajak daerah (pajak restoran/kafe, pajak jasa) serta retribusi perizinan usaha.

Selain itu, meningkatnya penyerapan tenaga kerja juga berdampak pada perputaran ekonomi yang lebih tinggi. Daya beli masyarakat meningkat, aktivitas usaha berkembang, dan pada akhirnya memperluas basis pajak daerah. Semakin banyak usaha yang tumbuh dan berkembang, maka potensi penerimaan daerah juga akan semakin besar.

Pelatihan ini juga mendukung penguatan sektor UMKM yang menjadi salah satu tulang punggung ekonomi daerah. UMKM yang naik kelas dan lebih produktif akan memberikan kontribusi yang berkelanjutan terhadap PAD.

Dengan demikian, pelatihan ini tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas SDM, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang bagi Pemerintah Kabupaten Bone dalam meningkatkan PAD melalui pertumbuhan ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan.(wf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *