Bupati Bone Kunjungi Persiapan Kampung Tangguh “WANUA EWAKO BONE”

225

Bupati Bone Dr. H.A.Fahsar M. Padjalangi, M.Si. didampingi Wakil Bupati bersama Jajaran Forkopimda Kab. Bone meninjau Lokasi Kampung Tangguh Bone (WANUA EWAKO BONE) Desa Lampoko Kecamatan Barebbo, Minggu, 14 Juni 2020 sekira pukul 10.00 Wita.

Bupati Bone beserta rombogan tiba di Sanggar Tani Desa Lampoko Kecamatan Barebbo disambut Camat Barebbo dan Kades Lampoko.

Dalam kunjungannya di Desa Lampoko Bupati Bone bersama Jajaran Forkopimda juga melakukan panen sayuran sawi yang sudah mencapai umur 30 hari sekaligus penanaman bibit kembali.

Kampung Tangguh ini merupakan salah satu program kepolisian bekerja sama pemda Bone dalam menciptakan lingkungan yang mampu bertahan dalam situasi COVID-19, dan lebih khusus lagi agar masyarakat nantinya mempunyai kemampuan dan kemandirian yang tangguh dalam menyelesaikan permasalahan yang ada di wilayahnya.

Melalui kampung tangguh ini Bupati Bone berharap, bahwa nantinya Desa Lampoko ini lebih sehat serta produktif. Sehingga dapat mengatasi permaslahan-permasalahan selama dan setelah Pandemi COVID-19.

“Penamaan istilah yang sebelumnya disebut sebagai Wanua Porena Bone kita sudah sepakati berganti nama menjadi “WANUA EWAKO BONE” kata Bupati Bone.

Dalam bahasa Bugis kata EWAKO merupakan sebuah kata ajakan untuk lebih bersemangat dalam menghadapi setiap pekerjaan dan permasalahan yang dihadapi.

Dalam kegiatan ini yang perlu sekarang kita persiapkan adalah konsep kampung tangguh, makanya itu masyarakat harus lebih ekstra bekerja apa yang kita inginkan di kampung ini bisa kita wujudkan.

“Pertama yang kita siapkan adalah struktur yang bisa mengatur semua kegiatan demi kelancaran program ini. Kita masih punya waktu sekitar 2 minggu untuk persiapkan momentum ini biar Bone menjadi Rangking I di Sulawesi Selatan” kata Bupati Bone.

Kepala Desa Lampoko Usman, S.Pd. mengatakan, berbagai kegiatan di desa kami telah lakukan, yaitu melaksanakan pembangian masker dan galon air, dan kami berdayakan masyarakat untuk pembuatan masker.

“kami di Desa Lampoko siap dibina dan masih banyak tantangan apalagi dengan adanya virus Corona ini membuat kami kerja ekstra buat keselamatan bagi warga kami” tutur Kades Lampoko.

Lanjutnya mengatakan, kami punya target mudah-mudahan desa Lampoko ini menjadi contoh buat semuanya. Kami di Lampoko ini bukan cuma Tanaman Sawi yang ada tetapi tanaman padi juga yang banyak.

” Oleh karena itu, kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Kadis Pertanian atas bantuannya selama ini” Ungkapnya

Sementara itu, Kapolres Bone AKBP Try Handoko Wijaya Putra, S.I.K. mengajak masyarakat agar tetap jaga kesehatan apa lagi dengan adanya wabah virus Corona ini. Dalam hal ini pemutusan mata rantai COVID-19 agar tetap jaga jarak dan cuci tangan, serta pakai masker.

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar tetap jaga keamanan dan ketentraman di desa walaupun dengan adanya virus Corona ini biar pelaksanaan kegiatan berjalan dengan aman.

Terkait kegiatan Orientasi Pembentukan Kampung Tangguh Nusantara Berbasis POP. Problem Oriented Policing (POP) ini adalah salah satu metode yang digunakan oleh polisi mengembangkan strategi untuk mencegah dan mengurangi kejahatan serta dampak lainnya.

Pembentukan Kampung Tangguh ini merupakan implementasi dari POP yang diterapkan Kepolisian Republik Indonesia untuk melindungi rakyat dari segala gangguan termasuk dampak pandemi COVID-19.

Kapolres mengatakan untuk meningkatkan ketahanan pangan dan menjadi contoh bagi kampung kampung lainnya yang ada di Kabupaten Bone dan membangun ketangguhan masyarakat untuk mencegah penyebaran COVID-19.

“Saya berharap kampung tangguh ini akan berkembang di setiap desa yang ada di Kabupaten Bone ” harapnya.

Alasannya menjadikan Desa Lampoko sebagai Kampung Tangguh karena kesiapan desa ini yang selalu mengedepankan bercocok tanam. “Kampung ini sudah mandiri, dari ketersediaan pangan dari hasil cocok tanam. Maka dari itu kita jadikan desa ini sebagai Kampung Tangguh Wanua Ewako Bone ,” ungkapnya.

Kampung tangguh ini merupakan upaya dari pada masyarakat itu sendiri dalam upaya untuk memecahkan masalah, khususnya terkait penyebaran Covid-19,” jelas kapolres

Tujuan kampung tangguh ini, adalah supaya kampung ini tangguh terhadap kesehatan, tangguh terhadap pangan, tangguh terhadap keamanan.

“Jadi selain kampung tangguh ini diperuntukkan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19, namun juga bisa diberdayakan sebagai bentuk pengamanan Swakarsa,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada seluruh perangkat desa beserta masyarakat yang telah berperan aktif berupaya dalam pembentukan kampung tangguh.

Sementara itu, Asisten II A.Gunadil Ukra, mengatakan, kegiatan pembentukan kampung tangguh Nusantara Berbasis Problem Oriented Policing dalam menghadapi perlombaan Desa kami harapkan kerja sama dari semua instansi dan proaktif dalam kegiatan dan tanggung jawab masing-masing agar kampung yang di persiapkan ini bisa menang dan mencapai hasil yang maksimal.

Hadir dalam giat ini di antaranya Dr.H.A.Fashar M Padjalangi ,M.Si. (Bupati Bone), Drs. H. Ambo Dalle, M.M. (Wakil Bupati Bone), Letkol Inf Bobbie Triyantho S.I.P. (Kasrem 141/TP), Letkol Inf.Mustamin,S.E., (Dandim 1407/Bone),
AKBP Try Handoko Wijaya Putra, S.I.K.(Kapolres Bone).

Hadir pula Drs.H.A.Muhammad Yamin AT. M.Si. (Plt. Sekda Bone), Drs.A.Gunadil Ukra, M.M (Asisten Bidang Ekonomi dan pembangunan), A. Alimuddin S.Sos. (Staf Ahli Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Keuangan), A.Akbar S.Pd, M.Pd., (Kasatpol PP Kab Bone), H.A.Promal Pawi,S.T., M.Si. (Kadis Sosial), H.Askar, S.T., M.Si. (Kadis Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat).

Hadir pula Hamzah Sunusi,S.Sos. (Kabag Umum Setda Bone), Barham Bactiar, SE
(Kabag Protokol), A.M. Ikbal S.S.T.P. (Camat Barebbo), Usman S.Pd. (Kepala Desa Lampoko) serta sejumlah pejabat OPD Lingkup Pemkab Bone.* (PROF)

BAGIKAN