Wakil Bupati Bone minta TPI Lonrae dikembalikan ke daerah

867

Wakil Bupati Bone Drs.H.Ambo Dalle, M.M. menghadiri SAFARI GEMARIKAN (Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan) bersama Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonrsia di TPI Lonrae, Kelurahan Lonrae, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Delasa 3 Maret 2020.

“Gerakan memasyarakatkan makan ikan dimotori Kementerian Kelautan dan Perikanan RI bekerja sama dengan komisi lV DPR RI. Bertujuan mengajak masyarakat peduli gizi dalam mewujudkan SDM Unggul Untuk Indonesia Maju” kata Direktur Pemasaran Kementerian Kelautan dan Perikanan RI Mahmud, S.P.,M.Sc.

Lanjutnya, Hal tersebut adalah salah satu langkah untuk mencegah momok stunting ( gizi buruk) yang selama ini menjadi tantangan kita ke depan.

“Ikan mengandung Omega 3 di atas 30% jadi kalau mau cerdas, ya makan ikan”ujarnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, bahwa ada tiga pola yang wajib diterapkan dalam mewujudkan hidup sehat yakni, “Pola asuh, Pola makan, dan Pola hidup yang harus higienis” ungkap Direktur Pemasaran KKP.

Sementara itu, Wakil Bupati Bone dalam sambutannya menjelaskan tentang regulasi yang terjadi sehingga Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Lonrae agak sedikit terbengkalai.

Menurutnya, banyak masyarakat yang kurang memahami bahwa TPI ini sudah diambil alih oleh provinsi bukan lagi wewenang kabupaten.

Maka dari itu, Wakil Bupati mengharapkan di hadapan Dinas Provinsi terkait agar aset yang ada di TPI bisa difungsikan dengan baik untuk kemakmuran masyarakat setempat.

“TPI ini perlu mendapatkan perhatian dan bantuan kita, agar ke depan makin banyak lagi bantuan yang dikucurkan di tempat ini” ungkapnya.

Lebih lanjut Wakil Bupati Bone mengatakan, persoalan yg dihadapi yakni, produksi ikan harus meningkat sehingga pada waktu musim paceklik masyarakat tetap bisa mengomsumsi ikan dengan harga yang terjangkau.

“Kita menunggu MoU antara Pemkab Bone bersama Pemerintah Provinsi tentang pengelolaan TPI, akan tetapi kami lebih mengharapkan agar aset ini dikembalikan ke daerah saja, karena yang paham orang di kabupaten, bukan provinsi sehingga pengelolaan aset ini bisa difungsikan dengan baik. Harap Wakil Bupati Bone.

Di tempat yang sama Anggota Komisi IV DPR RI Dr.H.Andi Akmal Pasluddin, S.P., M.M. mengatakan, potensi yang ada di Bone sangat luar biasa, memang perlu ada sinergitas yang terjalin antar Pemda, Provinsi dan Kementerian untuk kesejahteraan nelayan.

“Apalagi Bone terkenal dengan Budidaya Kepiting dan Bandeng, hadirnya komisi IV di Bone agar masyarakat merasakan kehadiran kami berkontribusi untuk kesejahteraan masyarakat” katanya.

“Terkait harapan Wakil Bupati, kami akan memanggil Dirjen, Pemerintah Provinsi, para pelaku usaha dan stakeholder terkait untuk duduk bersama membahas bagaimana potensi laut dan perikanan yang ada di Bone ke depan” ujar H.Andi Akmal Pasluddin.

Turut hadir dalam acara tersebut, Kepala UPT Pelabuhan Sulsel, Kepala CDK Bosowasi, Ketua Tim Penggerak PKK Kab.Bone Hj.Kurniaty A.Fahsar, S.H.,Spec.Not. dan Forkopimcam Tanete Riattang Timur.

BAGIKAN