Pelantikan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bone

1115

Serah Terima Jabatan (sertejab) Ketua Tim penggerak PKK Kabupaten Bone, dari Ibu Hj.A.Rahmi Adikarini Bakti, S.H.,M.M. Kepada Ibu Hj.Kurniaty A.Fahsar, S.H., Spec.Not. di Halaman Rujab Bupati Bone, Rabu 24 Oktober 2018.

Dirangkaikan dengan Pelantikan Ibu
Hj.Kurniaty A.Fahsar selaku Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bone
oleh Ketua TP PKK Sulawesi Selatan, Ibu Ir.Hj.Liestiaty F. Nurdin, M.Fish.

Dalam kegiatan ini, Ketua TP PKK Sulsel selaku Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sulsel, juga melantik Ibu Hj. Kurniaty A.Fahsar  sebagai ketua Dekranasda Kabupaten Bone Periode 2018 – 2023.

Dalam sambutannya, Bupati Bone, Dr.H.A.Fahsar M.Padjalangi, M.Si. mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Ibu A.Rahmi Bakti Haruni, atas partisipasinya telah berperan serta di PKK selama H.A.Bakti Haruni menjabat sebagai Bupati Bone.

” Saya yakin PKK beserta jajarannya bisa melahirkan program-program yang berkesinambungan dengan program Pemerintah Daerah,” tuturnya.

Peran PKK sangat strategis, dan apa yang mereka lakukan selama ini sangat membantu pemerintah,” kata Bupati Bone.

Sementara Ketua TP PKK Sulsel dalam sambutannya, menyampaikan selamat kepada Ibu Hj. Kurniaty A.Fahsar, atas terpilihnya sebagai Ketua TP PKK Bone, serta terima kasih kepada Andi Rahmi Bakti, yang telah melaksanakan tugasnya dengan sangat baik.

“Sebagai lembaga yang diatur berjenjang, pelantikan dan sertijab ini tetap mengacu pada hasil Rakernas PKK yang dilaksanakan setiap lima tahun sekali. Saya harap, kegiatan PKK dan Dekranasda dapat dilanjutkan pelaksanaannya sesuai yang direncanakan,” jelasnya

Liestiaty menyampaikan beberapa hal yang perlu menjadi perhatian kita bersama, hingga saat ini Sulsel termasuk dalam 10 besar kematian ibu dan anak secara nasional.

Oleh karena itu, ia berharap, peran Ketua PKK dan jajarannya untuk aktif turun ke masyarakat, khususnya ibu hamil, untuk menyosialisasikan pentingnya pemeriksaan di Posyandu.

“Mudah-mudahan Ketua PKK bisa turun bersama kader kesehatan, bagaimana melindungi ibu hamil bermasalah agar tidak terjadi kematian saat melahirkan,” harapnya.

Selain itu, masih tingginya tingkat perkawinan usia dini. Ia meminta agar PKK proaktif untuk mencegah terjadinya perkawinan usia dini, mengingat risikonya yang cukup tinggi. Seperti, beresiko melahirkan anak cacat, meninggal, penyakit kanker leher rahim, hingga kematian ibu.

Mohon untuk KUA juga berperan, supaya jangan terlalu dilonggarkan mereka yang mau menikah di usia anak. Kader PKK kalau mendengar ada kasus seperti ini, datangi orangtuanya, beritahukan soal efek samping pernikahan usia muda. Nomor handphone Ketua PKK, kasi ke masyarakat supaya bisa langsung koordinasi,” imbaunya.

Untuk diketahui, Gerakan PKK bertujuan memberdayakan keluarga untuk meningkatkan kesejahteraan menuju terwujudnya keluarga yang beriman dan bertaqwa kepada tuhan yang maha esa, berakhlak mulia dan berbudi luhur, sehat sejahtera, maju dan mandiri, kesetaraan dan keadilan gender serta kesadaran hukum dan lingkungan.

Tim Penggerak PKK berada di tingkat pusat sampai dengan desa/kelurahan, PKK dikelola dan digerakkan oleh Tim Penggerak PKK yang diketuai oleh isteri Pimpinan Daerah (Gubernur, Bupati/Walikota, Camat, Kepala Desa/Lurah), secara fungsional.

Oleh sebab itu, dapat dikemukakan bahwa kunci berkembangnya program dan kegiatan PKK, justru ada peran nyata diwujudkan oleh istri Pimpinan Daerah.

Giat ini dihari Wakil Bupati Bone dan Ibu, Unsur Forkopimda Bone, Sekda Bone, para Asisten, Staf Ahli, Pejabat SKPD, dan rombongan Ibu Ketua TP PKK Sulawesi Selatan, Jajaran TP PKK Kab. Bone, dan tamu undangan lainnya.

BAGIKAN