Begini Kata Bupati Bone Terkait Peringatan Hari Ibu

774

Peringatan Hari Ibu Ke-91 Tahun 2019 dilaksanakan di Gedung Latea Riduni, Jl.Petta Ponggawae Watampone, Sabtu 21 Desember 2019. Mengangkat Tema “Perempuan Berdaya, Indonesia, Maju”.

Bupati Bone Bapak Dr. H. Andi Fahsar M. Padjalangi, M.Si. mengatakan, kemajuan bangsa sekarang ini tidak lepas dari peranan seorang perempuan yang sangat luar biasa.

“Kita melihat dari segala sisi, bahwa peranan perempuan hampir setara dan sejalan dengan pemikiran pendidikan Pancasila. Oleh karenanya itu pencapaian dan prestasi yang kita raih di daerah ini tidak sedikit campur tangan oleh Ibu-ibu sekalian” kata Bupati Bone.

Tahun 2018 lalu Pemerintah Kabupaten Bone meraih penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) tingkat Madya 2018, pada Rabu 19 Desember 2018.

Artinya semua itu, penghargaan APE yang diraih Kabupaten Bone tersebut merupakan capaian tertinggi yang diserahkan kepada pemerintah daerah yang dinilai sukses mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender di Kabupaten Bone.

Dari sisi persamaan hak, apabila kita menyimak sejarah, Bone tidak diragukan lagi, sejak dahulu perempuan sudah memegang peranan penting bahkan terdapat 6 perempuan yang pernah memimpin Bone

Berikut 6 perempuan/srikandi Bone yang pernah memimpin, antara lain :
1. We Banrigau, 1470-1510, Ratu Bone Ke-4
2.We Tenri Pattuppu, 1602-1611, Ratu Bone Ke-10.
3. We Batari Toja Datu Talaga Arung Timurung, 1714-1715 dan 1724-1749, Ratu Bone Ke-17 dan Ke-21.
4. We I Mani Ratu Arung Data, 1823-1835, Ratu Bone ke-25.
5. We Tenriawaru Pancaitana-Besse Kajuara, 1857-1860, Ratu Bone Ke-28
6. We Fatimah Banri Datu Citta, 1871-1895, Ratu Bone Ke-30.

“Jadi masalah demokrasi dan kesetaraan gender di Bone bukan lagi barang baru, sudah berlangsung sejak dahulu, dan budaya demokrasi warisan para pendahulu itu menjadi kearifan lokal dan diterapkan Pemkab Bone hingga saat ini” papar Bupati Bone.

Terakhir Bupati Bone mengatakan, “Tidak akan pernah ada jiwa yang terlahir tanpa pengorbanan ibu, tidak akan pernah hadir seorang buah hati yang mungil tanpa perjuangan ibu, dan tidak akan ada generasi penerus bangsa tanpa nasihat serta bimbingan ibu. Betapa pentingnya kehadiran ibu dalam kehidupan kita, maka dari itu hargailah ibumu selagi dia masih hidup”.

Diketahui hingga saat ini di bawah kepemimpinan Bupati Dr. H.A.Fahsar M.Padjalangi, M.Si. bersama Wakil Bupati H.Ambo Dalle,M.M di struktur OPD Pemkab Bone banyak melibatkan perempuan, bahkan sebagai Kadis, Camat, dan Lurah.

Kegiatan Puncak Peringatan Hari Ibu kali ini selaku Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bone Ibu Hj. Kurniaty A.Fahsar, S.H., Spect.Not. membacakan sejarah singkat tentang Hari Ibu.

Hari Ibu lahir dari pergerakan perempuan Indonesia diawali dengan Kongres Perempuan Pertama 22 Desember 1928 di Yogyakarta telah mengukuhkan semangat dan tekad bersama untuk mendorong kemerdekaan Indonesia.

Tema sentral pembahasan Kongres Perempuan tersebut adalah memperjuangkan hak perempuan dalam perkawinan, melawan perkawinan dini, poligami dan pendidikan perempuan.

Hakikat Peringatan Hari Ibu (PHI) setiap tahunnya adalah mengingatkan seluruh rakyat Indonesia, terutama generasi muda akan arti dan makna Hari Ibu sebagai sebuah momentum kebangkitan bangsa, penggalangan rasa persatuan dan kesatuan serta gerak perjuangan kaum perempuan yang tidak dapat dipisahkan dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

Untuk itu sebagai apresiasi atas gerakan yang bersejarah itu, PHI ditetapkan setiap tanggal 22 Desember sebagai hari nasional.

Perempuan Indonesia masa kini adalah perempuan yang harus sadar bahwa mereka mempunyai akses dan memiliki kesempatan yang sama dengan laki-laki untuk memperoleh sumber daya, seperti akses terhadap ekonomi, politik, sosial, dan sebagainya.

Begitu juga pengasuhan dalam keluarga, peran dan tanggung jawab laki-laki dan perempuan dalam pengasuhan anak tidak hanya orang tua namun perlu didukung oleh semua pihak.

PHI diharapkan sebagai momen penting untuk mendorong semua pemangku kepentingan guna memberikan perhatian, pengakuan akan pentingnya eksistensi perempuan dalam berbagai sektor pembangunan. Dan pada akhirnya memberikan keyakinan yang besar bahwa perempuan akan mampu meningkatkan kualitas hidupnya serta mengembangkan segala potensi dan kemampuan sebagai agen penggerak (agent of change).

Tema PHI ke-91 tahun 2019 ini adalah Perempuan Berdaya, Indonesia Maju yang dibangun dengan melihat situasi dan kondisi bangsa Indonesia yang masih mengalami kekerasan, perlakukan diskriminatif, dan lain-lain.

Kondisi tersebut memerlukan berbagai strategi, pelibatan semua unsur masyarakat dan multistakeholder sangat diperlukan, termasuk peran laki-laki dalam kampanye-kampanye/gerakan yang mendukung pencegahan kekerasan, dan pencapaian kesetaraan gender. He for She menjadi salah satu komitmen global yang harus digelorakan sampai akar rumput.

Peringatan Hari Ibu ke-91 Tahun 2019 ini dapat mendorong terciptanya kesetaraan perempuan dan laki-laki dalam setiap aspek kehidupan.

Peringatan Hari Ibu ini dihadiri seluruh anggota dan penggerak PKK Kabupaten Bone, Forkopimda, Pejabat OPD Lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Bone.

BAGIKAN