Kegiatan Pramattompang Arajang dalam rangka memperingatai Hari Jadi Bone yang ke-688 tahun, dilaksanakan di kompleks Rumah Jabatan Bupati Bone, Senin 2 April 2018.

Kegiatan tersebut dihadiri sebanyak 41 yang terdiri dari datuk, sultan, dan ketua Pemangku Adat se-Nusantara.

Pjs Bupati Bone Ir.H.A.Bakti Haruni, C.E/S. mengatakan, kami sungguh berbangga hati, merasa terhormat dan sangat dimuliakan, oleh para raja, datuk, sultan, dan pemangku adat se-Nusantara atas kehadirannya pada prosesi adat ini.

“Begitu besar penghargaan kepada kami sebagai orang Bone, karena untuk pertama kalinya, tuan-tuan yang kami muliakan datang untuk turut serta merayakan Hari Jadi Bone,”

Mattompang Arajang adalah sebuah prosesi sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan kebesaran para leluhur kami atas apa yang diwariskan dari pendahulu kami.

Kehadiran Bapak dan Ibu tentu adalah sebuah semangat untuk mengembangkan dan menjaga adat dan budaya yang telah diwariskan selama ini.

Kami menghaturkan permohonan maaf sekiranya selama kunjungan dan prosesi adat kami, ada yang tidak berkenaan di hati Bapak dan Ibu, kami mohon dimaafkan.

Pramattompang Arajang adalah kegiatan yang dilaksanakan sehari sebelum melaksanakan prosesi Mattompang yang sesungguhnya.

Kegiatan Pramattompang Arajang yang merupakan rangkaian kegiatan dalam setiap memperingati hari jadi Bone tersebut, seperti biasanya dilaksanakan di luar Museum Arajang, akan tetapi pelaksanaannya tetap berada di Area Museum Arajang.

Kegiatan Pramattompang Arajang bisa disaksikan oleh seluruh yang hadir termasuk masyarakat umum, namun untuk prosesi Mattompang Arajang yang sesungguhnya yang dilaksanakan esok harinya harus dilaksanakan di dalam Museum Arajang.

Prosesi Mattompang Arajang adalah ritual adat dan sakral yang dilakukan untuk menyucikan benda-benda kerajaan yang ada di Museum Arajang. Proses penyucian itu dilaksanakan oleh para Bissu yang disaksikan oleh pemangku adat Bone dan pemerintah.

Adapun benda-benda kerajaan yang disucikan atau dibersihkan di antaranya, rambut Arung Palakka, Teddung Pulaweng (Payung Emas), Sembangeng Pulaweng (Salempang Emas), La Tea Riduni (Kalewang), La Salaga (Tombak),Alameng Tatarapeng (Senjata Adat Tujuh / Ade Pitu), dan benda kerajaan lainnya.

BAGIKAN