Amanat Bupati Bone pada Upacara Hari Kesadaran Nasional

1973

Bupati Bone Dr.H.A.Fahsar M.Padjalangi, M.Si. menghadiri upacara Hari Kesadaran Nasional (HKN) di Lapangan Merdeka Watampone, Senin 18 Maret 2019.

Bertindak selaku Inspektur Upacara Kapolres Bone AKBP Muhammad Kadarislam Kasim, S.H.,S.I.K.,M.Si.

Hadir pula dalam giat ini Wabup Bone Drs.H.Ambo Dalle,M.M., unsur Forkopimda, Pejabat OPD, TNI, Polri, ASN dan peserta upacara lainnya.

Inspektur Upacara Membacakan Amanat Bapak Bupati Bone.
AMANAT INSPEKTUR
UPACARA HARI KESADARAN NASIONAL
SENIN, 18 MARET 2019

ASSALAMU ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH.
SALAM SEJAHTERA UNTUK KITA SEMUA.

PUJI SYUKUR KE HADIRAT ALLAH SWT, TUHAN YANG MAHA KUASA, YANG TELAH MELIMPAHKAN ANUGRAH KESEHATAN DAN KESEMPATAN KEPADA KITA SEMUA SEHINGGA PADA HARI INI, KITA MASIH DIBERI KESEMPATAN UNTUK MELAKSANAKAN UPACARA HARI KESADARAN NASIONAL DI TEMPAT YANG PENUH HIKMAT INI.

BAPAK IBU PESERTA UPACARA YANG SAYA HORMATI,

TIDAK LAMA LAGI BANGSA INDONESIA AKAN MELAKSANAKAN PESTA DEMOKRASI UNTUK MEMILIH PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN SERTA ANGGOTA LEGISLATIF DI TINGKAT PUSAT, PROVINSI DAN KABUPATEN/KOTA UNTUK PERIODE 2019-2024 MENDATANG.

KITA DAPAT MERASAKAN BAGAIMANA SUHU POLITIK SEMAKIN HARI SEMAKIN MENINGKAT DAN BANYAK DIPERBINCANGKAN OLEH BERBAGAI KALANGAN MASYARAKAT TANPA MENGENAL STATUS SOSIAL, WAKTU DAN TEMPAT.

NUANSA SEPERTI INI MENJADI FENOMENA TERSENDIRI YANG SELALU MUNCUL DI SETIAP PEMILIHAN YANG DILAKSANAKAN 5 TAHUN SEKALI INI. AKAN TETAPI, MESKIPUN PEMILIHAN SEPERTI INI BUKANLAH SESUATU YANG BARU, NAMUN TETAP SAJA SELALU MEMBERI DAMPAK YANG NEGATIF DAN BERPOTENSI MERUGIKAN MASYARAKAT.

BERDASARKAN DARI PENGALAMAN-PENGALAMAN SEBELUMNYA, TIDAK SEDIKIT DARI MASYARAKAT KITA YANG PADA AKHIRNYA MENJADI KORBAN POLITIK, MEREKA SALING BERMUSUHAN, SALING MEMBENCI HANYA KARENA BERBEDA PILIHAN. SALAH SATU PENYEBABNYA ADALAH KURANGNYA PEMAHAMAN ATAU KESADARAN POLITIK MASYARAKAT, DITAMBAH LAGI OLEH KONDISI MENTALITAS YANG BURUK DAN WAWASAN KEBANGSAAN YANG SEMPIT. TENTUNYA DAMPAK BURUK YANG MERUGIKAN SEPERTI INI TIDAK KITA HARAPKAN, NAMUN DI LAIN SISI MENJADI TENAGA PENDORONG BAGI KITA SELAKU APARAT NEGARA DAN PEMERINTAH UNTUK SENANTIASA MELAKUKAN UPAYA-UPAYA PENANGANAN YANG BIJAKSANA, BERKEADILAN DAN TETAP MENGAYOMI MASYARAKAT.

SEMUA ITU HARUS KITA LAKUKAN KARENA N-K-R-I ADALAH HARGA MATI, RASA CINTA TANAH AIR ADALAH HAL YANG UTAMA DAN KEPENTINGAN MASYARAKAT TIDAK SEBANDING DAN BERADA DI ATAS KEPENTINGAN PRIBADI, KELOMPOK MAUPUN GOLONGAN.

BAPAK IBU PESERTA UPACARA YANG SAYA HORMATI,

SUDAH SERING KITA MENDENGAR BAHWA PERBEDAAN ITU MERUPAKAN KENISCAYAAN, KITAPUN MENYADARI BAHWA PEMILU ITU HANYALAH SEBUAH PROSES DALAM BERDEMOKRASI, SEHINGGA DENGAN DEMIKIAN, SEHARUSNYA PEMILU ITU MENJADI SARANA PEMERSATU BANGSA ATAU SARANA UNTUK MEMPERERAT TALI PERSAUDARAAN, NAMUN APA YANG TERJADI JUSTRU SEBALIKNYA, PEMILU DIJADIKAN SEBAGAI AJANG PERDEBATAN YANG KEMUDIAN TANPA DISADARI PERDEBATAN INI AKAN TERUS MEMANAS SEHINGGA BERPOTENSI MEMICU TIMBULNYA KONFLIK SOSIAL, DAN SUNGGUH SANGAT DISAYANGKAN BAHWA FENOMENA INI JUGA TERJADI DI KALANGAN APARATUR PEMERINTAHAN ITU SENDIRI, YANG MENJADIKAN PEMILU ITU SEBAGAI URUSAN PRIBADI ATAU KELOMPOK.

MESKIPUN HAL INI MERUPAKAN SESUATU YANG LUMRAH TERJADI, AKAN TETAPI YANG PERLU DIJAGA ADALAH BATASAN-BATASANNYA, JANGAN SAMPAI PERDEBATAN ITU BERLARUT-LARUT SEHINGGA DAPAT MERUSAK HUBUNGAN KERJASAMA DI DALAM ORGANISASI ATAU BAHKAN SINERGITAS ANTAR LEMBAGA DAN INSTANSI PEMERINTAH.

UNTUK ITU PADA KESEMPATAN INI SAYA MENGHARAPKAN KEPADA SELURUH PESERTA UPACARA DAN SELURUH APARATUR PEMERINTAHAN DALAM SEMUA TINGKATAN YANG ADA DI KABUPATEN BONE, AGAR SENANTIASA MENGUTAMAKAN KEPENTINGAN NEGARA DAN MASYARAKAT DI ATAS KEPENTINGAN PRIBADI DAN GOLONGAN. MARILAH SENANTIASA KITA MENGINGAT DAN MENYADARI BAHWA PERSATUAN DAN PERSAUDARAAN ADALAH DIATAS SEGALA-SEGALANYA, PERBEDAAN PILIHAN MERUPAKAN SESUATU YANG PASTI TERJADI DAN TIDAK BISA KITA HINDARI. BERBEDA PILIHAN ITU BUKAN BERARTI KITA JUGA LANTAS BERBEDA ARAH DAN TUJUAN PENGABDIAN SEHINGGA TERJADI PERPECAHAN, AKAN TETAPI SEMUA PERBEDAAN ITU JUSTRU MEMBUAT KITA HARUS LEBIH DEWASA ATAU MATANG DALAM BERFIKIR DAN BERTINDAK.

BAPAK IBU PESERTA UPACARA YANG SAYA HORMATI,

SEBELUM SAYA MENGAKHIRI AMANAT UPACARA INI, SAYA INGIN MENGEMUKAKAN SATU HAL MENGENAI ESENSI DEMOKRASI YANG HARUS KITA FAHAMI BERSAMA, YAITU BAHWA SISTEM DEMOKRASI YANG KITA JALANKAN INI SESUNGGUHNYA MERUPAKAN PERWUJUDAN DARI ADANYA PENGAKUAN NEGARA TERHADAP PERSAMAAN HAK DAN DERAJAT ATAU KEDUDUKAN SETIAP WARGA NEGARA DI DALAM MENYUARAKAN ASPIRASINYA, DENGAN KATA LAIN BAHWA DI DALAM RUANG DEMOKRASI ITU SESUNGGUHNYA TIDAK BOLEH ADA PEMAKSAAN KEHENDAK ATAU PANDANGAN POLITIK KEPADA ORANG LAIN, KARENA DEMOKRASI ITU ADALAH KEBEBASAN UNTUK MEMILIH SESUAI DENGAN APA YANG KITA KEHENDAKI.

DEMIKIAN, PESAN DAN HARAPAN SAYA DALAM MENGIRINGI UPACARA HARI KESADARAN NASIONAL INI, SEMOGA ALLAH SWT SENANTIASA MEMBERIKAN PERLINDUNGAN, BIMBINGAN DAN PETUNJUKNYA KEPADA KITA SEMUA, TERUTAMA DALAM UPAYA MEMPERKOKOH RASA PERSATUAN DAN KESATUAN BANGSA, SEHINGGA CITA-CITA PERJUANGAN PARA PENDAHULU DAPAT TERWUJUD DAN KITA SEMAKIN KOKOH DI MASA-MASA YANG AKAN DATANG.

AMIN YA RABBUL ALAMIN.

SEKIAN DAN TERIMA KASIH.

WATAMPONE, 18 MARET 2019

BUPATI BONE,

TTD
Dr. H. A. FAHSAR M. PADJALANGI, M.Si.

BAGIKAN