HumasBone – Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., membuka pembahasan Rencana Bisnis PERUMDA Air Minum Wae Manurung Kabupaten Bone periode 2026–2030 di Aula PDAM Watampone, Kamis (3/9/2026). Pembahasan tersebut difokuskan pada upaya mengatasi keterbatasan air baku sekaligus meningkatkan cakupan pelayanan air bersih bagi masyarakat.
Direktur PERUMDA Air Minum Wae Manurung, Muh. Bachtiar Sairing, menyampaikan bahwa ketersediaan air baku dalam dua tahun terakhir mengalami penurunan, baik dari sumber sungai maupun mata air. Kondisi tersebut berdampak pada kemampuan pelayanan, dengan cakupan layanan saat ini baru sekitar 15 persen dari total penduduk Bone yang mencapai sekitar 800 ribu jiwa. Sejumlah sumber air juga mengalami penurunan debit yang signifikan, terutama saat musim kemarau.
Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Bone selaku Kuasa Pemilik Modal (KPM) menyatakan dukungan penuh terhadap upaya pembenahan dan pengembangan PERUMDA Air Minum Wae Manurung. Pemkab Bone juga telah menandatangani MoU kerja sama dengan nilai sekitar Rp200 miliar sebagai bagian dari upaya memperkuat pengelolaan dan pengembangan layanan air bersih di Kabupaten Bone.
Andi Asman menegaskan, Rencana Bisnis PERUMDA periode 2026–2030 harus diarahkan pada langkah konkret untuk menghadapi keterbatasan air baku, mengantisipasi potensi krisis, serta meningkatkan ketersediaan air minum sesuai kebutuhan masyarakat. Pemerintah daerah juga membuka ruang bagi pengembangan investasi dan dukungan pemerintah pusat untuk memperkuat infrastruktur penyediaan air bersih.
Sebagai langkah jangka pendek menghadapi musim kemarau, Pemkab Bone melalui Dinas PSDA akan melakukan pengeboran sumur dalam hingga kedalaman sekitar 120 meter pada 20 titik. Upaya tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif sumber air untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Bone juga menyerahkan bantuan berupa satu unit mobil pick up untuk mendukung layanan PERUMDA serta pakaian seragam bagi petugas.
Bupati Bone mengapresiasi jajaran PERUMDA Air Minum Wae Manurung yang tetap berupaya memberikan pelayanan di tengah keterbatasan sumber air baku. Ia meminta seluruh pihak memberikan masukan dalam penyusunan rencana bisnis lima tahun ke depan agar pengelolaan PERUMDA semakin profesional dan pelayanan air bersih dapat diperluas secara bertahap. Pemkab Bone menargetkan cakupan layanan air bersih meningkat secara signifikan sehingga masyarakat dapat memperoleh akses air bersih yang lebih merata dan berkelanjutan.(wf)
