Pemkab Bone Berencana Buka Lahan Baru Bandara Arung Palakka

210

Pemerintah Kabupaten Bone berencana untuk menambah akses  Bandara Arung Palakka yang berlokasi di Desa Mappalo Ulaweng, Kecamatan Awangpone. Adalah dengan melakukan pembebasan lahan sekitar 4,5 hektare lahan yang akan segera dibebaskan.

Melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Kabupaten Bone di tahun 2019, perluasan jalan menuju bandara dinilai amat perlu.

Tidak hanya itu untuk mempermudah pelaksanaan program pembukaan lahan pemerintah menggandeng Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bone.

“Kami ingin kegiatan ini berjalan lancar, makanya kita bermitra dengan Kejari Bone untuk urusan hukum serta BPN,” kata Wakil Bupati Bone Drs.H.Ambo Dalle, M.M. Rabu, 30 Januari 2019.

Untuk itu akan segera dilaksanakan koordinasi kepada Kepala Desa terkait mengenai lahan-lahan yang rencananya akan dibebaskan untuk memperluas akses Bandara Arung Palakka.

Bandara Arung Palakka  mulai dibangun pada tahun 2007 dan beroperasi pada tahun2013. Bandara ini telah beberapa kali mengalami revitalisasi dan melakukan perbaikan infrastruktur namun penerbangan pesawat amat minim.

Sejak beberapa bulan lalu, bandara ini tidak beroperasi. Bahkan, saat masih beroperasi dulu memang selalu terlihat sepi.

Pemerintah  juga sebelumnya sempat menghentikan subsidi ke operasional Bandara Arung Palakka Bone. Akibatnya, bandara tersebut berhenti beraktivitas. Penghentian subsidi ini dilakukan lantaran semakin berkurangnya penumpang di Bandara Arung Palakka Bone.

Untuk sementara saat ini bandara tidak beroperasi sejak awal tahun 2018 lalu. Hal itu disebabkan tidak adanya subsidi dari pemerintah pusat, sehingga menyebabkan bandara tersebut berhenti beroperasi.

Ada beberapa hal yang menyebabkan pemerintah tidak memberikan subsidi, salah satunya kurangnya minat atau penumpang.

Sebetulnya, minat warga untuk memanfaatkan transportasi udara tergolong masih cukup tinggi. Sayangnya, minat itu tak didukung oleh kelengkapan fasilitas yang memadai.

Tantangannya itu bukan karena mereka tidak punya uang. Warga Bone tergolong orang-orang yang mampu. Hanya saja, ada rasa takut menumpang pesawat kecil.

Selain itu belum adanya daya tarik seperti destinasi wisata Kabupaten Bone untuk menarik para investor untuk mendaratkan pesawat penerbangan yang lebih besar.

Hal ini sangat berbeda jika mencontoh bandara di Kabupaten Tana Toraja yang  daerahnya sektor pariwisatanya amat potensial.

Rencananya Bandara Arung Palakka akan kembali beroperasi Januari tahun ini. Pemerintah saat ini menyiapkan anggaran Rp 2 Milliar untuk bandara Arung Palakka, anggaran tersebut nantinya untuk pembebasan lahan landasan pacu.