PERTANIAN

PDFPrintE-mail

Sasaran yang ingin dicapai dalam pembangunan pertanian adalah peningkatan produktivitas dan kualitas tanaman pangan. Pembangunan pertanian khususnya tanaman pangan diarahkan untuk meningkatkan produksi padi, palawija dan hortikultura.

Peningkatan produksi padi dilakukan melalui program subsidi pupuk dan peralatan yang memadai. Secara umum perekonomian Kabupaten Bone didominasi sektor pertanian, khususnya sub sektor pertanian tanaman pangan, selanjutnya sub sektor perikanan, dan perkebunan. Komoditas utama sub sektor tanaman pangan adalah padi.

Hal ini menjadikan Bone sebagai salah satu daerah lumbung padi di Sulawesi Selatan. Pada tahun 2014, luas panen tanaman padi di Kabupaten Bone mencapai 155.933 ha dengan volume produksi sebesar 885.654 ton gabah kering giling. Produksi padi terbesar dihasilkan dari Kecamatan Kahu, Libureng, dan Bengo. Besarnya produksi tanaman padi belum diimbangi dengan tingginya produktivitas. Produktivitas tertinggi dihasilkan oleh tanaman ubi kayu (9,62 ton/ha).

Produktivitas tertinggi berikutnya dihasilkan oleh ubi jalar dan padi, dengan rata-rata produksi berturut-turut 8,2 dan 5,68 ton/ha. Produksi tanaman pangan terbesar kedua adalah jagung dengan volume produksi 213.391 ton. Produksi tersebut dihasilkan darilahan seluas 39.310 ha. Selain tanaman pangan, Kabupaten Bone memiliki potensi dan produksi perikanan yang besar. Usaha perikanan terdiri dari dua kegiatan yaitu penangkapan dan budidaya ikan.

Produksi perikanan terbesar berasal dari kegiatan budidaya ikan di laut, yaitu sebanyak 125.019,75 ton. Kegiatan budidaya yang dilakukan di tambak juga menunjukkan hasil yang cukup besar, yaitu 115.650,91 ton. Sementara kegiatan penangkapan ikan di laut menghasilkan produksi ikan sebesar 33.504 ton. Subsektor perkebunan memegang peran ketiga dalam sektor pertanian Bone. Produksi perkebunan rakyat yang dominan adalah kakao, kelapa (dalam dan hybrida), kemiri, dan cengkeh.
Produksi terbesar perkebunan rakyat Kabupaten Bone dihasilkan oleh tanaman kakao, yaitu 16.412 ton. Namun, produktivitas terbesar dihasilkan oleh tanaman kelapa hybrida. Selain subsektor perikanan, sub sektor peternakan memiliki peran strategis dalam memenuhi kebutuhan protein masyarakat.

Keberhasilan subsektor peternakan dapat dilihat melalui indikator naik turunnya populasi ternak dan unggas. Populasi ternak besar (sapi, kerbau, kuda, dan kambing) di Kabupaten Bone sebanyak 363.381 ekor pada tahun 2014. Populasi tersebut meningkat sebanyak 19.325 ekor dari populasi tahun 2013. Populasi ternak terbesar adalah sapi dengan jumlah 325.425 ekor.

Sementara itu, populasi ternak unggas (ayam ras petelur, ayam ras pedaging, ayam buras dan itik) tahun 2014 sebesar 2.968.040 ekor. Populasi tersebut meningkat sebanyak 230.587 ekor dari populasi tahun 2013. Populasi unggas terbesar adalah ayam buras dengan jumlah 2.455.721 ekor.

Sumber : Statistik Kabupaten Bone Tahun 2015

Share

SELAMAT HARI JADI BONE KE-687

PILIHAN BAHASA

Indonesian Arabic Chinese (Simplified) Dutch English French German Italian Japanese Korean Spanish Swedish Thai Vietnamese

Statistik Pengunjung

  • Content View Hits : 7604675
We have 678 guests online