Selasa , 25 Juli 2017
=
Home / Profil / Geografi dan Iklim

Geografi dan Iklim

Kabupaten Bone merupakan salah satu kabupaten yang terletak di  pesisir Timur Provinsi Sulawesi Selatan dan berjarak sekitar 174 km  dari kota  Makassar. Luas wilayahnya sekitar 4.559 km2 atau 9,78  persen dari luas Provinsi Sulawesi Selatan. Wilayah yang besar ini  terbagi menjadi 27 kecamatan dan 372  desa/kelurahan. Ibukota    Kabupaten Bone adalah Watampone.

Secara geografis Kabupaten Bone berbatasan dengan wilayah-wilayah berikut:
Utara    : Kabupaten Wajo dan Soppeng
Timur    : Teluk Bone
Selatan    : Kabupaten Sinjai dan Gowa
Barat    : Kabupaten Maros, Pangkep, Barru.

Secara astronomis Kabupaten Bone terletak pada  posisi 4°13’ – 5°6’ Lintang Selatan dan antara 119°42’-120°30’ Bujur Timur. Letaknya yang dekat dengan garis khatulistiwa menjadikan Kabupaten Bone  beriklim  tropis . Sepanjang tahun 2014, kelembaban udara berkisar  antara 77–86 persen dengan suhu udara 24,4°C-27,6°C.

Wilayah Kabupaten Bone terbagi menjadi dua tipe hujan: tipe hujan  Monsoon dan tipe hujan lokal. Tipe hujan Monsoon memiliki curah   hujan tertinggi saat bertiup angin monsun Asia yaitu bulan Januari  dan Februari. Tipe ini mencakup wilayah Kabupaten Bone bagian barat. Tipe kedua memiliki kriteria pola hujan terbalik dengan pola monsoon, yaitu curah hujan tertinggi terjadi pada bulan Mei-Juni. Tipe ini  mencakup sebagian besar wilayah Kabupaten Bone.

Selain kedua wilayah tersebut,terdapat juga wilayah peralihan, yaitu Kecamatan Bontocani dan Kecamatan Libureng yang sebagian mengikuti wilayah Barat dan sebagian lagi mengikuti wilayah timur.  Jumlah curah hujan bulanan di Wilayah Bone bervariasi dengan rata-rata  tahunan  sebesar 201,25 mm. Curah hujan tertinggi terjadi di bulan Juni yaitu 638 mm dengan banyaknya hari hujan sebanyak 23 hari.  Bagian Timur Kabupaten Bone bertopografi pesisir menjadikan Bone  mempunyai garis pantai sepanjang 138 km dari arah selatan ke utara.  Bagian barat dan selatan terdapat pegunungan dan perbukitan yang  celah-celahnya terdapat aliran sungai.

Pada tahun 2014, tercatat 194 sungai mengalir di Kabupaten Bone dan telah dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian. Sungai yang terpanjang adalah Sungai Walanae yang berhulu di Kecamatan Bontocani, mengalir melalui Kabupaten Soppeng hingga Danau Tempe di Kabupaten Wajo, kemudian mengalir lagi masuk ke Bone hingga bermuara di Teluk Bone. Panjang sungai tersebut mencapai 60 km khusus di wilayah Kabupaten Bone.

Ketinggian Tempat
Daerah Kabupaten Bone terletak pada ketinggian yang bervariasi mulai dari 0 meter (tepi pantai) hingga lebih dari 1000 meter dari permukaan laut. Ketinggian daerah digolongkan sebagai berikut :
– Ketinggian 0 -25 meter seluas 81. 925,2 Ha (17,97%)
– Ketinggian 25 -100 meter seluas 101.620 Ha (22,29%)
– Ketinggian 100-250 meter seluas 202.237,2 Ha (44,36%)
– Ketinggian 250-750 meter seluas 62.640,6 Ha (13,74%)
– Ketinggian 750 meter ke atas seluas 40.080 Ha (13,76%)
– Ketinggian 1000 meter ke atas seluas 6.900 Ha (1,52%)

Kemiringan Lereng

Keadaan permukaan lahan bervariasi, mulai dari landai, bergelombang hingga curam. Daerah landai dijumpai sepanjang pantai dan bagian utara, sementara di bagian Barat dan Selatan umumnya bergelombang hingga curam dengan rincian sebagai berikut :
– Kemiringan lereng 0-2% (datar) : 164.602 Ha (36,1%)
– Kemiringan lereng 0-15% (landai dan sedikit bergelombang) : 91.519 Ha (20,07%)
– Kemiringan lereng 15-40% (bergelombang) : 12.399 Ha (24,65%)
– Kemiringan lereng >40% (curam) : 12.399 Ha (24,65%)

Kedalaman Tanah

Kedalaman efektif tanah terbagi atas empat kelas, yaitu :
– 0-30 cm seluas 120.505 Ha (26,44%)
– 30-60 cm seluas 120.830 Ha (26,50%)
– 60-90 cm seluas 30.825 Ha (6,76%)
– >90 cm seluas 183.740 Ha (40,30%)

Jenis Tanah

Jenis tanah yang ada di Kabupaten Bone terdiri dari tanah Aluvial Gleyhumus, Litosol, Regosol, Mediteran, dan Renzina. Jenis tanah didominasi oleh tanah mediteran seluas 67,6% dari total wilayahkemudian Renzina 9,59%, dan Litosol 9%. Penyebaran jenis tanahnya yaitu sepanjang Pantai Timur Teluk Bone ditemukan tanah Aluvial.