=
Home / Berita / Bupati Bone Isra Miraj di Masjid Raya Watampone
BUPATI BONE ISRA MIRAJ DI MASJID RAYA WATAMPONE, 27 APRIL 2017

Bupati Bone Isra Miraj di Masjid Raya Watampone

Peringatan Isra Miraj Nabi Besar Muhammad SAW yang dilaksanakan di Masjid Raya Watampone, 27 April 2017 pukul 19.30 Wita, dihadiri Bupati Bone Bapak Dr.H.Andi Fahsar Mahdin Padjalangi,M.Si.

Turut hadir bersama bupati, antara lain Wakil Bupati Bone Bapak Drs.H.Ambo Dalle,M.M., Sekda Bone H.Andi Surya Darma,S.E.,M.Si., Asisten 1 Bapak H.A.Muh.Yamin, Asisten 3 Bapak Asriady Sulaiman,S.I.P.,M.Si., Staf Ahli, Camat Tanete Riattang, Ketua Yayasan Masjid Raya Watampone, serta jamaah lainnya.

Peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW 1438 H/2017 M mengangkat tema ” Dengan Memperingati Isra Miraj Nabi Muhammad SAW 1438 H, Kita Tingkatkan Keimanan dan Ketakwaan dalam Rangka Mencetak Generasi yang Berakhlakul Karimah”

Hikmah Isra Miraj 1438 H, diantarkan oleh Uztas H.Arifin Sahaka,S.Ag.,M.Ag. dosen STAIN Watampone, dalam ceramahnya mengisahkan peristiwa Isra Miraj yang dialami oleh Rasulullah, adalah sebuah peristiwa luar biasa yang takkan pernah lagi ada hingga diakhir jaman.

Perjalanan Isra dan Miraj merupakan perjalanan penuh berkah yang menunjukkan betapa Maha Kuasa-NYA Allah SWT. Bagaimana seorang hamba Nabi Muhammad SAW, bersama ruh dan jasadnya menempuh jarak ribuan bahkan jutaan kilometer hanya dalam satu malam saja.

Dan dalam perjalanan yang sedemikian cepat tersebut, Allah kuasakan Nabi Muhammad mampu melihat keadaan sekitar yang beliau lewati, baik kejadian atau keadaan saat Isra maupun Miraj.

Melalui Nabi Muhammad SAW,pada 27 Rajab 14 abad yang lalu, Allah SWT menetapkan salat sebagai salah satu rukun Islam yang wajib dikerjakan oleh setiap umat muslim. Shalat selain sebagai tiang agama, juga merupakan sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan menjadi tolok ukur keimanan dan ketakwaan bagi seorang muslim.

Uztas H.Arifin Sahaka, menjelaskan bahwa peringatan Isra Miraj ini mengingatkan kita semua untuk lebih meningkatkan kualitas ketakwaan kepada Allah SWT dalam melaksanakan ibadah shalat, karena tidak hanya dianggap sebagai kewajiban untuk menyembah Allah SWT semata, namun harus juga dijadikan sebagai kebutuhan rohani untuk meningkatkan kualitas iman dan takwa dalam hubungan dengan Allah SWT, serta hubungan dengan sesama manusia.