Kata Kunci  
Untitled Document

 :: Upacara Adat

Upacara "Mattompang" yaitu pembersihan benda-benda pusaka yang dilakukan setiap Hari Jadi Bone

Tudang Ade
1. Nama                       : Upacara Tudang Ade (duduk secara Adat)
2. Tempat pelaksanaan : 108 (seratus delapan) orang
3. Waktu pelaksanaan   : 108 (seratus delapan) orang
4. Maksud diadakannya upacara :
  a.
Memusyawarahkan hal-hal penting yang menyangkut pemerintahan atau permasalahan yang dihadapi oleh kerajaan untuk mencapai kesepakatan dan mufakat. Hal ini menunjukkkan bahwa dalam pemerintahannya Raja Bone tidak bersifat otoriter melainkan Demokrasi, karena Raja senantiasa melibatkan seluruh Dewan Kerajaan dalam pengambilan keputusan yang menyangkut Kerajaan dan kepentingan Rakyat. Selain itu upacara ini juga menunjukkan bahwa Raja Bone adalah seorang Raja yang murah hati dan ramah terhadap bawahannya dengan menjamu mereka makanan ringan khas kerajaan serta perlu untuk diterima secara adat.
  b.
Apabila Kerajaan kedatangan tamu resmi dari kerajaan lain dan dianggap perlu untuk diterima secara adat.
5. Unsur pelaksanaan Upacara sebanyak 110 orang
6. Rangkaian Upacara sebagai berikut :
  a.
Tomarilaleng, Makedang Tana, Ponggawa, Anreguru, Anakarung dan Ade Pitu mengambil tempat yang sudah ditentukan.
  b.
Arung Palili datang dan mengambil tempat yang sudah ditentukan.
  c.
Para isteri Ade Pitu dan isteri Bangsawan lain melakukan hal tersebut di atas.
  d.
Para Joa juga melakukan hal yang sama.
  e.
Raja dan Permaisuri memasuki ruang pertemuan dan duduk pada tempat yang telah disiapkan.
  f.
Acara Mappaota, seluruh hadirin disuguhi sirih dan nampak oleh beberapa orang pria untuk tamu pria dan wanita bagi tamu wanita.
  g.
Arungpone mulai bersabda kemudian terjadi dialog dengan para anggota Dewan Kerajaan dan Para Bangsawan, membicarakan hal penting dalam kerajaan serta mencari jalan pemecahannya melalui musyawarah.
  h.
Setelah pembicaraan selesai, dihidangkan minuman dan makanan kecil o1eh parakka' (pe1ayan) sesuai adat dan tata cara kerajaan.
  i.
Arungpone meninggalkan ruang pertemuan diikuti seluruh peserta ”tudang ade”.

Tari Padduppa

Tari Pajaga Andi
1. Nama : Tari Pajaga Andi
2. Tema :
 
Tari ini menggambarkan penobatan para putra dan putri Bangsawan Bugis Bone kepada Arungpone (Raja) pada zaman Kerajaan dan dipertunjukkan di dalam Saoraja (Istana Raja Bone)
3. Jenis gerakan :
  a.
Makkasiwiang (Gerakan penobatan)
  b.
Akkalabbirang (Penghargaan kepada Raja)
  c.
Soro Passapu (Adat istiadat Bangsawan)
  d.
Mappasoro Ajangang (Mengakhiri Tarian)
  e.
Massimang (Mohon Diri)
4. Kostum dan perhiasan :
  a.
Baju Tokko (Baju Bodo)
  b.
Sarung
  c.
Perhiasan :
    - Bangkara (Anting-anting)
    - Rante (Kalung)
    - Potto (Gelang)
    - Mastura (Kalung kecil)
    - Saloko (Hiasan Rambut)
5. Alat Peraga :
  a. Kipas
  b. Selendang
6. Alat Musik :
  a. Gendang
  b. Gong
  c. Parappasa
  d. Kancing
  e. Bancing

ArrajangE

Selempang Emas Raja

Keris dan Kalewang

Tombak & Senjata Adat

 



Untitled Document
 :: Peta Kab. Bone





 :: Arsip

 

Untitled Document
:: DOWNLOAD
RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA
MENENGAH DAERAH (RPJMD) 2008-2013
Rencana
Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD)
PERDA RPJMD
PERDA RPJPD
PERDA RPJPD
Laporan Realisasi Anggaran Tahun 2008
Laporan Arus Kas tahun 2008
Neraca Keuangan tahun 2008

Republik Indonesia

MPR

DPR

KPK
DEPDAGRI

SULSEL







:: Link Kabupaten/Kota
: Bantaeng
: Barru
: Bulukumba
: Enrekang
: Gowa
: Jeneponto
: Luwu
: Luwu Timur
: Luwu Utara
: Maros
: Pangkep
: Pinrang
: Selayar
: Sidrap
: Sinjai
: Soppeng
: Takalar
: Tator
: Wajo
: Kota Makassar
: Kota Palopo
: Kota Parepare


Kepada Seluruh Unit kerja yang ada di Kab. Bone, yang ingin memasang LINK di website bone.go.id silahkan Kirim Email ke: awal_bone@yahoo.co.id
hub: Bappeda & Statistik Bone


 
 Copyright ©2007 BAPPEDA BONE All rights reserved
 Please Sent Comment to webmaster@bone.go.id